Sejarah Singkat

logo

Berangkat dari beragam fenomena, bahwa HMI dipandang kurang mampu mengimplementasikan secara sungguh – sungguh garis perjuangan. Keseimbangan perjuangan wilayah struktural dan kultural dirasa kurang berjalan seimbang.

Pada saat negara dalam pergolakan reformasi tahun 1998, saat itulah HMI menemukan keadaan yang cukup berat dan seakan terbangun dari keterlenaan. Kejayaan HMI khususnya di wilayah Malang Raya sedikit demi sedikit mulai tergusur. Tidak lain itu sebagai imbas dari terlalu kakunya HMI dalam setiap gerak perjuangnnya.

Wilayah struktural menjadi orientasi satu-satunya dan seakan tidak sadar bahwa kekuatan struktural sangat dipengaruhi area kultural. HMI Cabang Malang yang merupakan salah satu cabang besar di Indonesia, sehingga dapat dipastikan bertumpukan kader serta potensi didalamnya. Terpikirlah oleh beberapa kader untuk lebih mewujudkan populisitas HMI, yang sampai saat ini populisitas itu seperti hanya menjadi konsumsi keprihatinan saja. Bermula dari Redi Eko Prasetyo, Mahasiswa Sastra Inggris UM yang memiliki ketrampilan memainkan beragam alat musik mencoba membentuk komunitas seni khususnya di wilayah KORKOM UM. Bersama Taufani, Heriyono, Mukti Ali, dan beberapa senior ( Adi Pur, Agus Mahfud, Misbahul Huda dan lain- lain) serta mendapat dukungan penuh dari seluruh komisariat dan KORKOM akhirnya terbentuklah komunitas pecinta seni dan diskusi dengan nama WSBI ( Wadah Seni Budaya Islam).

Almarhum Prof. H. MA. Ickhsan – Pendiri HMI & LSMI Cabang Malang Pertama Kali pada Tahun 1951-1954

Belum setahun berproses melalui Vokal Group WSBI “Insan Paranada” terbuatlah Album Indie Religi setelah menjadi Juara I Lomba Lagu Islam di Radio Andalus FM. Tanpa disadari komunitas WSBI semakin benyak mendapat sambutan baik dari berbagai komisariat di wilayah cabang Malang. Bersama David Andrea Komisariat Kimia ITN, Wahyu Karyawan Komisariat Psikologi UMM dan lain- lain terbentuklah komunitas pecinta seni budaya yang lebih luas. Hingga pada akhirnya ada keinginan bersama untuk menghidupkan kembali lembaga seni yang dulu pernah ada.

Dan meleburlah WSBI Menjadi LSMI (Lembaga Seni dan Budaya Mahasiswa Islam) dan resmi menjadi salah satu lembaga kekaryaan HMI Cabang Malang. Keberadaan LSMI sebagai salah satu lembaga kekaryaan HMI Cabang Malang dirasa sangat penting dihidupkan kembali mengingat tempo dulu (masanya P.Syaiful, saat ini sebagai pimpinan salah satu Radio Swasta di Malang) HMI Cabang Malang juga memiliki lembaga seni dengan nama Lembaga Seni dan Budaya Himpunan Mahasiswa Islam.

Dan Semenjak LSMI menjadi salah satu Lembaga Kekaryaan di HMI Cabang Malang tahun 2002 hingga kini telah banyak kiprah yang dilakukan khususnya penguatan karakter kultural.